Momen di Bulan Juli


Awalnya kukira 31 hari itu terasa begitu berat untuk dilalui. 

Tanpa sadar, sudah kedua kalinya aku melewati bulan yang berisi 31 hari itu. 
Dan pada akhirnya kami berhasil melewatinya dengan baik. Atau malah sudah terbiasa?

Tepatnya pada bulan Juli dan Agustus, selama dua bulan berturut-turut kita dipertemukan dengan bulan yang berisi total 31 hari. Terutama pada tahun 2026, setiap bulannya memiliki kesannya sendiri. Tapi, aku ingin membahas tentang momen di bulan Juli melalui tulisan yang kusimpan dalam beberapa sub-judul pada tulisan di bawah ini.

***






Menjadi Ibu Rumah Tangga Seutuhnya

Di bulan Juli 2026, tepat dua bulan aku resmi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Hal itu tentu sudah menjadi impianku sejak dulu, dan sudah didiskusikan pula bersama dengan pasanganku bahkan sebelum kami menikah. Aku sangat berterima kasih karena suamiku sudah membantu mewujudkan impianku, bahkan selalu mengusahakannya untukku.

Aku sangat menikmati waktu luangku sebagai ibu rumah tangga. Mengurus rumah dan suamiku dengan lebih baik tentunya, hal yang tidak dapat aku lakukan secara maksimal saat aku kerja fulltime di kantoran kemarin. Aku juga menekuni kembali hobiku yang telah lama mati terkubur. 

Aku mulai menggambar lagi, berolahraga, memasak, main game, membuat konten untuk feed Instagramku sendiri, membaca buku, menonton drama kesukaanku, termasuk menulis (meski baru mengedit tulisan lama, itupun dibantu suami). Momen ini sangat aku nikmati. Rasanya ide-ide di kepalaku kian bergerumul, ingin segera mendapatkan gilirannya untuk maju satu-persatu. Namun, ada kalanya dengan banyaknya waktu luang yang kumiliki, aku juga merasa bingung. Apa lagi yang harus kulakukan?



Pengalaman Baru yang Tak Terduga

Saat ini aku bahkan belum bisa menjual hasil karya atau gambarku. Baru sampai di tahap latihan agar lebih baik lagi, eksplorasi, dan menemukan ciri khasku sendiri. Seperti mencari jati diri. Apalagi menurutku, gambarku saat ini belum bagus-bagus amat. Aku belum cukup percaya diri untuk menjual hasil karyaku. Tapi, aku berharap suatu saat aku bisa menghasilkan uang dari hobiku.

Hingga akhirnya, setelah menikmati dua bulan tanpa kegiatan lain di luar rumah, aku kembali mengambil keputusan untuk ikut mengajar bersama temanku di bimba. Tentunya didukung oleh suamiku juga. Kegiatan mengajar di bimba ini juga gak fulltime, alias cuma 3 hari dalam seminggu. Dan maksimal hanya 2 jam dalam sekali pertemuan. 

Temanku ini memang lebih berpengalaman dalam mengajar dan menghadapi anak kecil, maka dia banyak mengajariku banyak hal, terutama untuk bisa lebih tegas agar anak tidak semena-mena. Karena temanku juga sudah hafal karakterku (kami berteman sejak TK), jadi aku merasa nyaman dan selalu mendengarkan beberapa tips darinya yang sangat bermanfaat.


Aku juga dilatih untuk lebih percaya diri tampil di depan banyak orang, walaupun rata-rata anak kecil. Tapi itu sudah cukup untuk membuatku berani mengeluarkan suara agar lebih lantang, dan itu semua merupakan hal baru buatku. Perlahan dalam 1 bulan ini, aku bisa mulai berprogres. Sangat berbeda saat pertama kali mengajar di bimba, suaraku seakan ikut tertiup angin, saking pelannya. Mana mungkin anak-anak dengar perkataanku. 

Aku juga tidak punya basic mengajar, semua kujalani karena aku ingin menjadi lebih baik. Tapi aku yakin, dengan rasa percaya diri yang kubangun saat ini, akan menjadi banyak peluang untukku nanti.  

Tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya bahwa akhirnya aku bisa tampil di depan banyak orang saat mengadakan acara kecil-kecilan sekaligus promo bimba, yaitu workshop mewarnai pertamaku!

Worksheet-nya juga aku gambar sendiri, kalau pun masih terlihat aneh, mohon dimaafkan ya!




Aku sadar bahwa kegiatanku kali ini memang tidak banyak menghasilkan seperti saat bekerja kantoran dulu. Tapi, di bimba, aku belajar bagaimana cara untuk menghadapi anak kecil, sebagai bekalku kelak ketika mempunyai anak.

Aku juga tetap pulang layaknya pekerja kantoran pada jam 5 sore dan berangkat di jam 7 pagi. Karena bimba ini sangat dekat dengan rumah Mamaku, jadi setelah bimba biasanya rutinitasku adalah main ke kontrakan temanku, dan sorenya baru mampir ke rumah Mama. Bedanya dengan kerja kantoran dulu, saat ini aku pulang sore atas kemauanku, dan aku sangat menikmati waktu bersama keluarga dan temanku, bukan karena dilarang atasan untuk pulang lebih cepat, dan lembur untuk menyelesaikan pekerjaan. Sekarang, aku juga masih bisa mengurus rumah dengan memanfaatkan 4 hari liburku.



Masa Peralihan dan Hal Lainnya

Bulan Juli ini merupakan masa peralihan buatku. Semua terasa sangat dar-der-dor. Tiba-tiba banting setir mengajar di bimba, tampil bawa acara kelas mewarnai dalam mengisi liburan sekolah, yang membuatku syok juga mungkin karena selama 2 bulan aku hanya beristirahat dan jarang ke luar rumah. Sampai akhirnya tumbang juga, dan sempat batuk yang sangat menyiksa di H-3 acara workshop dimulai.

Hampir 2 minggu setelah workshop masih tetap batuk, dan itu sangat merusak moodku. Sampai harus izin gak masuk sehari karena batuk yang mengganggu dan sering muntah karenanya, membuatku kehilangan mood untuk melakukan kegiatan apa pun, termasuk menggambar. Beberapa faktor lainnya juga menjadi salah satu sumber atau stressor yang membuatku makin down.

Banyak hal yang kupikirkan pada saat itu.



Kerinduan Tak Terduga dan Menu Masakan

Bulan Juli juga menyimpan banyak hal yang membuatku mellow, salah satunya karena bulan ini merupakan bulan kematian Almh. Nenekku. yang tak terasa sudah 5 tahun berlalu. Saat itu masa covid dan Nenekku meninggal karenanya. Waktu yang sangat berat bagiku dan keluargaku. 

Walaupun aku merasa hampir melupakan hal itu, ternyata alam bawah sadarku berkata sebaliknya. Aku merindukan masakan Almh. Nenekku. Kebetulan aku menemukan kembali salah satu brand frozen food yang sejak kecil menjadi makanan favoritku, atau biasa disajikan oleh Almh. Nenek sebagai lauk andalan untuk cucu-cucunya. Aku kembali mengenang rasanya yang masih konsisten sejak aku kecil, membawaku kembali pada era diriku di umur 4-5 tahun.

Saat itu Nenekku menggoreng Chicken Drumstick yang selalu menjadi bahan rebutan untukku dan kakak sepupuku. Sekarang, aku menggorengnya sendiri, mencicip 1 Chicken Drumstick dan membuatku terkenang akan momen tersebut. Tapi sayangnya, ketika aku menggoreng Chicken Drumstick untuk suamiku, aku malah menyajikannya dengan kondisi masih mentah di bagian dalamnya. Seketika merusak mood suamiku. Menggoreng Chicken Drumstick memang agak tricky, beda dengan Chicken Nugget. Maafkan aku, ya. Next time akan kugoreng dengan benar dan gak terburu-buru. 

Selanjutnya masih dengan merek frozen food yang sama tapi beda jenisnya, yaitu kornet ayam. Kornet ini berbentuk padat, lebih tepat dibilang mirip luncheon. Biasanya Almh. Nenek sering membuat menu andalannya ini dulu. Semacam oseng kacang panjang dengan tambahan irisan tipis memanjang kornet ayam tersebut. Ternyata aku bisa memasak kembali menu andalan Almh. Nenekku. Cukup berhasil menurutku, karena dapat menciptakan cita rasa yang sama - tentu saja karena produknya juga sama. Serta perpaduan rasa pedas manis dari kecap dan cabai.

Suamiku tidak komen apa pun soal oseng kacang panjang kornet yang aku buatkan untuk bekalnya. Aku tau itu bukan seleranya, karena dia lebih suka daging atau olahan lauk yang digoreng garing, bukan untuk digabung dengan tumisan. Maka aku hanya memberinya sedikit, sekadar untuk mencicip. 

Menu ketiga andalan Nenekku adalah ayam kecap. Sudah lama aku gak makan ayam kecap lagi. Dulu aku selalu berdalih masakan ayam kecap Nenek paling enak, padahal aslinya aku hanya malas masak. Nenekku lebih sering memuji masakannya sendiri dan merasa gak cocok dengan masakanku. Mungkin karena aku cenderung memasak menu favoritku atau hanya sekadar membuat eksperimen. 

Sekarang, suamiku yang menjadi korban eksperimenku. Semenjak menikah, aku belum pernah buat ayam kecap lagi, karena suamiku selalu meminta lauk yang garing. Hingga akhirnya aku kepikiran untuk membuat ayam kecap dengan ayam utuh (bukan fillet) tapi aku usahakan untuk menggoreng ayamnya terlebih dahulu supaya garing. Menurutku sudah oke, karena ayamnya tidak terlalu lembek. Dan aku sangat rindu olahan ayam kecap seperti ini yang tanpa kusadari, itu karena aku merindukan menu ayam kecap buatan Almh. Nenek.

Hal yang cukup membuatku sedih adalah karena suamiku tidak menyukai ayam kecap buatanku. Padahal aku sungguh menikmatinya, dan sudah kuusahakan agar ayamnya digoreng garing sebelumnya. Mungkin aku memang sedang sensitif saat itu, dari awal aku sudah memaksakan membuat menu masakan yang tidak terlalu disukai Suamiku. Aku yang terlalu excited dan ingin berbagi kenangan nostalgia tentang mendiang Nenek melalui menu andalannya.

Aku sendiri gak sadar kenapa bisa tiba-tiba menginginkan masakan buatan Almh. Nenek sampai akhirnya pada tanggal 12 Juli aku melihat status whatsapp Aa yang menampilkan video perjuangannya saat mengantri isi ulang oksigen untuk Nenek. Di situlah saat Nenekku mulai menghembuskan nafasnya tepat di sampingku.

Bagi kami, peristiwa ini sangat membekas, meninggalkan luka dan penyesalan yang teramat mendalam. Meski sudah berlalu cukup lama, kami tidak bisa melupakan kejadian itu, dan tentu sosok Almh. Nenek dan segala kenangan tentangnya. Namun, kami akan terus melanjutkan hidup dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

***


Dan begitulah momen tentang bulan Juli 2026 ini berakhir dengan perasaan campur aduk. Kuharap bulan Juli di tahun berikutnya punya cerita menarik dan mengesankan. Biarkan berbagai kesedihan menjadi bumbu pelengkap kebahagiaan di hidup ini.

Aku sangat menikmati semua momen yang ada di tahun ini, terutama di bulan Juli. Dan tentu saja bulan-bulan berikutnya pasti punya kisah yang lebih menarik lagi. Perlahan kami pun bisa melaluinya dengan kelegaan. Begitu pun dengan tulisan yang kugarap selama 2 bulan, lega rasanya bisa diselesaikan, meski Agustus telah berakhir dan berganti bulan baru yaitu bulan September. Kabar baiknya, bulan September hanya berisi 30 hari. 

Posting Komentar

1 Komentar

  1. halo lulu wkwkwk. masih nulis di blog ternyata.

    btw aku stalking2 dan menemukan fakta kalau lulu nikah sama bang Yoga.

    congrats buat kalian berdua ya. semoga dilancarkan dalam segala hal 😁

    BalasHapus

Mind if you comment here? Or choose to be a silent reader? It's up to you! :) Anyway, thank you so much for taking your precious time to read my post to the end! Hehew~